Hakikat Akhlak dan Tasawuf dalam Kehidupan Modern
Di Susun Oleh Satria Wiguna, M.Pd
A. AKHLAK
1. Pengertian Akhlak
Secara bahasa: berasal dari kata khuluqun (budi pekerti, perangai, tabiat) yang berhubungan dengan khalqun (kejadian), Khaliq (Pencipta), dan makhluq (yang diciptakan).
Menurut para ulama:
Ibnu Maskawaih: Akhlak adalah keadaan jiwa yang mendorong perbuatan tanpa pertimbangan pikiran.
Al-Ghazali: Akhlak adalah sifat yang menetap dalam jiwa, dari situ lahir perbuatan dengan mudah.
Ahmad Amin: Akhlak adalah kehendak yang dibiasakan (‘adatul iradah).
Kesimpulan: Akhlak adalah sifat batin yang menetap dalam diri seseorang yang melahirkan perbuatan, baik atau buruk, secara spontan.
2. Identitas Akhlak Islami
- Bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis sebagai pedoman utama.
- Tujuan hidup seorang muslim adalah beribadah dan mencari ridha Allah.
- Akhlak Islami mencakup seluruh aspek kehidupan, membedakan yang baik dan buruk, benar dan salah.
- Akhlak Islami harus sesuai dengan aqidah Islam, tidak terlepas dari iman kepada Allah, Rasul, dan hari akhir.
3. Macam-macam Akhlak
- Akhlak kepada Allah SWT: beribadah, berzikir, berdoa, tawakkal, tunduk dan tawadhu kepada-Nya.
- Akhlak kepada Diri Sendiri: sabar, syukur, rendah hati (tawadhu’), menjaga kesucian diri, menghindari sifat tercela.
- Akhlak kepada Keluarga: berbakti kepada orang tua, menyayangi istri/suami dan anak, membina rumah tangga dengan kasih sayang.
- Akhlak kepada Sesama Manusia: berkata jujur, adil, tolong-menolong, saling menghormati, menghindari iri dengki, serta menjaga persaudaraan.
B. TASAWUF
1. Pengertian Tasawuf
Istilah “tasawuf” muncul abad II H, dikaitkan dengan pakaian kasar (shuf).Ada yang menghubungkan dengan ahl al-shuffah (para sahabat miskin yang tinggal di serambi masjid Nabi).
Definisi ulama:
- Abu Bakar al-Kattani: Tasawuf adalah budi pekerti.
- Muhammad Amin al-Kurdi: Tasawuf adalah ilmu tentang kebersihan jiwa dari sifat tercela, menghiasinya dengan sifat terpuji, melalui suluk menuju Allah.
- Al-Ghazali: Tasawuf adalah penyucian hati yang membawa kepada ma’rifatullah.
Kesimpulan: Tasawuf adalah ajaran Islam yang menekankan penyucian jiwa, pengendalian nafsu, dan pendekatan diri kepada Allah SWT.
2. Dasar-dasar Tasawuf dalam Al-Qur’an
- QS. Qaf:16 → Allah lebih dekat dari urat leher.
- QS. An-Najm: 11–13 → pengalaman spiritual Nabi.
- QS. An-Nur: 35 → perumpamaan cahaya Allah.
- Ajaran zuhud, wara’, ikhlas, dan dzikir tercermin dari banyak ayat Al-Qur’an.
3. Dasar-dasar Tasawuf dalam As-Sunnah
- Hadis qudsi: Allah mencintai hamba yang mendekatkan diri dengan ibadah sunnah hingga Allah menjadi “pendengaran, penglihatan, tangan, dan kakinya”.
- Hadis Nabi: meninggalkan cinta dunia, zuhud, memperbanyak dzikir.
- Nabi SAW dan sahabat memberi teladan hidup sederhana, sabar, qana’ah, dan ikhlas.
4. Kontroversi Asal-Usul Tasawuf
- Sebagian orientalis menilai tasawuf dipengaruhi unsur luar (Hindu, Yunani, Kristen).
- Namun mayoritas ulama menegaskan tasawuf murni bersumber dari Islam, lahir dari Al-Qur’an, Sunnah, dan praktik Nabi.
- Tasawuf dianggap sebagai “inti” ajaran Islam yang berfokus pada spiritualitas.
- Perbedaan pandangan melahirkan berbagai corak: tasawuf falsafi, sunni, dan syi’i.
5. Tujuan Tasawuf
- Membersihkan jiwa dari sifat tercela dan menghiasinya dengan akhlak mulia.
- Mendekatkan diri kepada Allah hingga mencapai ma’rifatullah.
- Menjaga keseimbangan hidup: hubungan dengan Allah, sesama, dan alam.
- Membentuk pribadi yang tenang, ikhlas, sabar, zuhud, dan penuh kasih sayang.
Relevansi Akhlak Tasawuf dalam kehidupan Modern
1. Hubungan Akhlak dan Tasawuf
- Akhlak lebih menekankan pada perilaku lahiriah (bagaimana manusia bertindak dan berinteraksi).
- Tasawuf berfokus pada penyucian jiwa, dimensi batin, dan pembinaan hati agar perilaku lahiriah (akhlak) tetap konsisten dengan nilai spiritual.
- Keduanya saling melengkapi: akhlak adalah manifestasi lahiriah dari tasawuf, sedangkan tasawuf adalah fondasi batiniah dari akhlak.
2. Dalam Pendidikan
Pendidikan modern sering menekankan aspek kognitif (pengetahuan) dan keterampilan, namun kurang memperhatikan dimensi moral-spiritual.
Integrasi akhlak dan tasawuf memberi keseimbangan antara kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ).
- Keikhlasan belajar, bukan sekadar mengejar nilai.
- Tasawuf dalam pendidikan menanamkan nilai-nilai:
- Kesabaran dalam menghadapi proses belajar.
- Tawadhu’ (rendah hati) dalam mencari ilmu.
- Akhlak membentuk perilaku nyata siswa: sopan santun, disiplin, menghormati guru, menghargai teman, jujur dalam ujian.
Dengan integrasi keduanya, pendidikan tidak hanya mencetak orang pintar, tetapi juga pribadi berkarakter dan bermoral.
3. Dalam Masyarakat Modern
- Masyarakat modern cenderung materialistis, individualis, dan kompetitif, yang dapat menimbulkan degradasi moral.
- Akhlak berfungsi sebagai kontrol sosial, menjaga hubungan harmonis antarindividu melalui kejujuran, keadilan, tolong-menolong, dan kasih sayang.
- Tasawuf berperan sebagai kontrol spiritual, menenangkan hati di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, mengurangi stres, kecemasan, dan penyakit hati (iri, dengki, serakah).
- Kehidupan masyarakat modern membutuhkan keseimbangan antara kemajuan teknologi dan pembinaan spiritual, agar tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga bijak, beretika, dan berjiwa sosial.
- Tasawuf modern (neo-sufisme) menekankan sikap:
- Sholeh pribadi sekaligus sholeh sosial.
- Aktif dalam masyarakat, namun tetap menjaga kesucian hati.
- Mengutamakan kedamaian, toleransi, dan ukhuwah (persaudaraan).
4. Kesimpulan
- Akhlak dan tasawuf adalah dua pilar penting yang harus diintegrasikan dalam pendidikan dan masyarakat modern.
- Akhlak memberi arah perilaku lahiriah, sedangkan tasawuf memperkuat spiritualitas batiniah.
- Dalam pendidikan, keduanya membentuk generasi yang berilmu sekaligus berkarakter.
- Dalam masyarakat modern, keduanya menciptakan kehidupan sosial yang harmonis, damai, dan penuh nilai kemanusiaan.
PENUTUP
- Akhlak adalah aspek lahiriah: perilaku, hubungan dengan Allah, diri sendiri, keluarga, dan sesama.
- Tasawuf adalah aspek batiniah: penyucian jiwa, kedekatan spiritual dengan Allah, pengendalian nafsu, dan kesadaran ilahiah.
- Keduanya saling terkait: akhlak adalah praktik nyata dari ajaran tasawuf, sedangkan tasawuf memperdalam dan menguatkan dasar akhlak.
