Prinsip-prinsip dasar pengembangan materi fiqih berdasarkan jenjang pendidikan:
a. Prinsip Relevansi dengan Kebutuhan Peserta Didik
Materi fiqih harus disesuaikan dengan kebutuhan dan konteks kehidupan sehari-hari peserta didik. Ini berarti bahwa pengajaran harus mempertimbangkan masalah-masalah yang dihadapi siswa dalam kehidupan mereka, sehingga mereka dapat melihat relevansi materi fiqih dengan praktik ibadah dan interaksi sosial.
b. Prinsip Bertahap Sesuai Tingkat Perkembangan Siswa
Materi fiqih sebaiknya disampaikan secara bertahap, sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif dan emosional siswa. Untuk siswa yang lebih muda, materi yang diberikan harus sederhana dan mudah dipahami, sedangkan untuk siswa yang lebih dewasa, materi dapat lebih kompleks dan mendalam.
c. Prinsip Keterpaduan antara Aspek Kognitif, Afektif, dan Psikomotorik
Pengembangan materi fiqih harus mencakup tiga aspek penting: kognitif (pengetahuan), afektif (sikap dan nilai), dan psikomotorik (keterampilan). Hal ini bertujuan agar siswa tidak hanya memahami teori fiqih, tetapi juga dapat menginternalisasi nilai-nilai dan menerapkannya dalam tindakan nyata.
d. Prinsip Keberlanjutan Materi Antar Jenjang
Materi fiqih harus dirancang agar ada kesinambungan antar jenjang pendidikan. Setiap jenjang harus membangun fondasi yang kuat untuk jenjang berikutnya, sehingga siswa dapat mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam seiring dengan bertambahnya usia dan pengalaman belajar mereka.