Tasawuf dan Kecerdasan Spiritual

TASAWUF DALAM PEMBENTUKAN KECERDASAN SPIRITUAL

Sedangkan spiritual berasal dari bahasa inggris spirit artinya jiwa atau semangat. Dengan demikian spiritual berarti hal-hal yang menyangkut kejiwaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia memberi arti terhadap kata spirit, antara lain; semangat, jiwa, sukma, roh. Dengan demikian spiritual berarti kejiwaan, rohani, mental, moral. Jadi, spiritual secara kebahsaan diartikan sebagai segala aspek yang berkenaan dengan jiwa, semangat, dan keagamaan yang mempengaruhi kualitas hidup seseorang. Sehingga kesimpulan bahwa kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang berhubungan dengan hati nurani seseorang sehinga ia memiliki kemampuan memahami permasalahan yang terjadi dalam hidupnya, dapat memandang hidup bukan dari satu sisi saja.

Fungsi dan Manfaat Kecerdasan Spiritual
Fungsi kecerdasan spiritual seperti yang dikatakan oleh Ary Ginanjar Agustian, yaitu membentuk perilaku seseorang yang berakhlak mulia. Perilaku seperti ini seperti:
  1. Kecerdasan hati, yaitu menghormati dan menerima segala nasehat dan kritik orang lain.
  2. Tawakkal yaitu tabah atas segala cobaan dan selalu berserah diri kepada Allah.
  3. Keikhlasan yaitu selalu mengerjakan sesuatu tanpa pamrih.
  4. Kaffah (totalitas) yaitu kecenderungan untuk melihat antara berbagai hal dan mencari jawaban yang mendasar dengan bersikap kritis terhadap berbagai persoalan dan melihat kebenaran dari berbagai sumber.
  5. Ihsan (integritas dan penyempurnaan) yaitu memiliki integritas dan tanggung jawab untuk membawakan visi dan nilai yang lebih tinggi dengan melakukan pekerjaan dengan sungguh-sungguh dan menjadi contoh yang baik dalam bertingkah laku.
Tanda-tanda Kecerdasan Spiritual
Menurut Danah Zohar dan Ian Marshal seperti dikutib oleh akhmad Muhaimin Azzet, setidaknya ada sembilan tanda orang yang mempunyai kecerdasan spiritual, yakni sebagai berikut:
  1. Kemampuan bersikap fleksibel. 
  2. Tingkat kecerdasan yang tinggi. 
  3. Kemampuan menghadapi penderitaan. 
  4. Kemampuan menghadapi rasa takut. 
  5. Kualitas hidup yang diilhami oleh visi dan nilai. 
  6. Enggan menyebabkan kerugian yang tidak perlu. 
  7. Cenderung melihat keterkaitan berbagai hal. 
  8. Cenderung bertanya “mengapa” atau “bagaimana jika”. 
  9. Pemimpin yang penuh pengabdian dan bertanggung jawab.
Ciri-ciri manusia yang memiliki kualitas kecerdasan spiritual tinggi dijelaskan oleh Hawari sebagai berikut: 
  1. Beriman kepada Allah dan bertaqwa kepada Allah Sang pencipta dan beriman terhadap malaikatNya, kitab-kitab Allah, rasul-rasulNya, hari Akhir, serta Qadha‟ Qadar. Hal ini membuatnya selalu bersandar kepada ajaran Allah dan merasa bahwa dirinya selalu diawasi , dicatat perbuatannya, akhirnya ia selalu menjaga perbuatan dan hatinya. Ia juga berusaha agar selalu berbuat amal sholeh kebajikan. 
  2. Selalu memegang amanah, konsisten dan tugas yang diembannya adalah tugas mulia dari Allah, ia juga berpegang pada amar ma‟ruf nahi mungkar, sehingga ucapan dan tindakannya selalu mencerminkan nilai-nilai luhur, moral dan etika agama.
  3. Membuat keberadaan dirinya bermanfaat untuk orang lain, dan bukan sebaliknya. Ia bertanggung jawab dan mempunyai kepedulian sosial. 
  4. Mempunyai rasa kasih sayang antar sesama sebagai pertanda seorang yang beriman. 
  5. Bukan pendusta agama atau zalim. Mereka mau berkorban, berbagi, dan taat pada tuntunan agama .
  6. Selalu menghargai waktu dan tidak menyia-nyiakan, dengan cara selalu beramal saleh dan berlomba-lomba untuk kebenaran serta kesabaran


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama