BAB V: Baik dan Buruk dari buku Membumikan Pendidikan Akhlak karya Dr. Saiful Bahri.
Dosen Mata Kuliah : Satria Wiguna, M.Pd
Materi ini dilengkapi dengan penjelasan inti dan contoh dari setiap subbab.
SLIDE 1: JUDUL
BAB V – Baik dan Buruk
Membumikan Pendidikan Akhlak – Dr. Saiful Bahri
SLIDE 2: OUTLINE MATERI
-
Pengertian Baik dan Buruk
-
Penentuan Baik dan Buruk
-
Baik dan Buruk Menurut Ajaran Islam
SLIDE 3: A. Pengertian Baik dan Buruk
-
Baik: segala sesuatu yang membawa manfaat, maslahat, dan sesuai dengan nilai kemanusiaan serta ketentuan syariat.
-
Buruk: segala sesuatu yang membawa mudarat, kerusakan, atau menyimpang dari norma dan nilai yang berlaku.
Pengertian baik dan buruk secara umum merujuk pada penilaian terhadap suatu perbuatan atau sikap berdasarkan dampaknya serta kesesuaiannya dengan nilai-nilai yang dianut. Baik adalah segala sesuatu yang membawa manfaat, maslahat, serta sejalan dengan nilai kemanusiaan dan ketentuan syariat agama, seperti kejujuran, keadilan, dan kasih sayang. Sementara itu, buruk adalah segala sesuatu yang menimbulkan mudarat, kerusakan, serta menyimpang dari norma sosial dan ajaran agama, seperti kebohongan, kezaliman, dan pengkhianatan. Nilai baik dan buruk ini menjadi landasan penting dalam membentuk akhlak seseorang, karena dari sanalah tumbuh kesadaran moral untuk memilih dan melakukan perbuatan yang benar serta menghindari yang salah dalam kehidupan sehari-hari.
SLIDE 4: Sumber Pengertian
-
Baik dan buruk bisa bersumber dari:
-
Pandangan akal (rasional)
-
Kebiasaan masyarakat (sosiokultural)
-
Wahyu (agama)
-
SLIDE 5: Contoh Baik dan Buruk
-
Baik: Menolong orang lain, bersikap jujur, menghargai sesama
-
Buruk: Mencuri, memfitnah, bersikap sombong dan zalim
SLIDE 6: B. Penentuan Baik dan Buruk
-
Tiga pendekatan dalam menentukan baik dan buruk:
-
Akal manusia
-
Adat kebiasaan masyarakat
-
Wahyu atau agama
Penentuan baik dan buruk dapat dilakukan melalui tiga pendekatan utama. Pertama, akal manusia yang mengandalkan rasionalitas dan pemikiran logis untuk menilai suatu tindakan berdasarkan manfaat dan dampaknya. Kedua, adat kebiasaan masyarakat yang didasarkan pada norma dan nilai yang berlaku dalam suatu budaya atau komunitas, di mana tindakan yang sesuai dengan tradisi dianggap baik dan yang menyimpang dianggap buruk. Ketiga, wahyu atau agama, yang menilai baik dan buruk berdasarkan ajaran-ajaran agama, seperti yang terdapat dalam kitab suci dan petunjuk agama. Ketiga pendekatan ini sering kali saling berinteraksi dan memberikan kerangka untuk menilai tindakan dalam berbagai konteks kehidupan.
SLIDE 7: Penjelasan Lanjutan
-
Akal mampu menilai secara logis (contoh: keadilan itu baik)
-
Adat/kebiasaan berfungsi dalam membentuk norma lokal
-
Wahyu memberi standar mutlak dan tetap atas nilai baik-buruk
SLIDE 8: Contoh Kasus Penentuan
-
Akal: Berbohong merusak kepercayaan → buruk
-
Adat: Memberi salam dianggap sopan → baik
-
Agama: Shalat adalah perintah → wajib dan baik menurut wahyu
SLIDE 9: C. Baik dan Buruk Menurut Ajaran Islam
-
Islam menentukan baik dan buruk berdasarkan Al-Qur’an & Hadis
-
Perbuatan baik = sesuai perintah Allah
-
Perbuatan buruk = melanggar larangan Allah
Dalam ajaran Islam, penentuan baik dan buruk bersumber langsung dari wahyu Allah, yaitu Al-Qur’an dan Hadis, yang menjadi pedoman hidup umat Muslim. Suatu perbuatan dikategorikan baik apabila sesuai dengan perintah Allah dan Rasul-Nya, membawa manfaat, serta memperkuat nilai-nilai keimanan dan kemanusiaan, seperti bersedekah, menepati janji, dan berkata jujur. Sebaliknya, perbuatan dianggap buruk apabila melanggar larangan Allah, merusak tatanan kehidupan, dan bertentangan dengan nilai-nilai syariat, seperti berbohong, berbuat zalim, atau mencuri. Dalam Islam, ukuran baik dan buruk bersifat absolut dan tidak bergantung pada situasi, tempat, atau budaya tertentu, karena ditetapkan oleh Allah yang Maha Mengetahui segala sesuatu. Oleh karena itu, umat Islam dituntut untuk menjadikan wahyu sebagai tolok ukur utama dalam menilai dan memilih setiap tindakan dalam kehidupannya.
SLIDE 10: Prinsip Penilaian dalam Islam
-
Baik menurut Islam bersifat mutlak, tidak tergantung waktu/tempat
-
Penilaian didasarkan pada:
-
Niat
-
Perbuatan
-
Dampak dari perbuatan tersebut
-
SLIDE 11: Contoh dalam Islam
-
Berbuat baik: Menjaga amanah, bersedekah, berkata lembut
-
Berbuat buruk: Riba, zina, ghibah, menipu
SLIDE 12: Peran Akhlak dalam Menentukan
-
Akhlak menjadi refleksi dari pemahaman baik dan buruk
-
Orang berakhlak mulia: mampu konsisten memilih yang baik dan meninggalkan yang buruk
SLIDE 13: KESIMPULAN
-
Baik dan buruk adalah konsep universal, tapi Islam memberikan pedoman yang tetap dan utuh
-
Penentuan yang paling sempurna adalah berdasarkan wahyu
-
Memahami dan mengamalkan nilai baik-buruk secara benar adalah kunci pembentukan pribadi yang berakhlak mulia
